PEMETAAN SUMBERDAYA APARATUR DESA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Nofiarsyah Nofiarsyah

Sari


ABSTRAK

Lahirnya UU 6/2014 tentang Desa, membutuhkan kesiapan pelaksanaannya terutama kesiapan sumberdaya aparatur pemerintah desa (SDAP). Tujuan dari penelitian ini adalah pemetaan kapasitas dan mengembangkan strategi peningkatan kapasitas SDAP desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan data primer (wawancara dan observasi dokumen serta artefak) serta data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menemukan bahwa kapasitas sumberdaya aparatur desa di Kalimantan Timur masih belum optimal baik ditinjau dalam aspek Perencanaan dan Penganggaran Desa, Keuangan Desa, Penyusunan Kebijakan Desa, dan Manajemen Pelayanan Desa. Berbagai program peningkatan kapasitas telah dilakukan baik oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten maupun inisiatif Pemerintah Desa. Namun berbagai program peningkatan kapasitas belum terintegrasi antar instansi, serta lebih banyak pada aspek teknis. Di sisi lain, pengelolaan sumberdaya desa tidak hanya membutuhkan kapasitas teknis, namun kapasitas manajemen, kewirausahaan dan kapasitas berfikir konseptual. Sumberdaya aparatur di wilayah perdesaan, sebagian besar berpendidikan SMA ke bawah secara umum mempunyai potensi kearifan lokal, namun terbatas untuk kapasitas manajerial dan kapasitas berfikir konseptual. Penelitian ini merekomendasikan strategi yang dapat diterapkan untuk penguatan kapasitas sumberdaya aparatur desa desa selain melalui sosialisasi, pelatihan, bimbingan teknis, konsultasi yang selama ini dilakukan yaitu melalui penguatan kapasitas manajemen dan kewirausahaan. Kedua, melalui pengembangan modul-modul yang memudahkan SDAP desa dalam pengelolaan sumberdaya desa.

Kata kunci: Desa, Kapasitas, Sumberdaya Aparatur

 

ABSTRACT

The issuance of Law 6/2014 concerning Village Government requires readiness for its implementation, especially the readiness of village apparatus resources. The purpose of this activity is to map capacity and develop strategies to increase village apparatus resources capacity. The study uses a qualitative approach using primary data (interviews and observation of documents and artifacts) as well as secondary data from related institutions. The results of the study found that the capacity of village apparatus resources in East Kalimantan was still not optimal both in terms of Village Planning & Budgeting, Village Finance, Village Policy Formulation, and Village Service Management. Various capacity building programs have been carried out both by the Provincial Government, District Government and the Village Government initiative. However, various capacity building programs have not been integrated between agencies, and there are more technical aspects. On the other hand, management of village resources on the other hand requires not only technical capacity, but management capacity, entrepreneurship and capacity for conceptual thinking. Apparatus Resources in rural areas, most of them with high school education and below generally have local wisdom potential, but are limited to managerial capacity and capacity for conceptual thinking. This article recommends strategies that can be applied to strengthen the capacity of the village apparatus resources in addition to through socialization, training, technical guidance, consultation that has been carried out so far through strengthening management and entrepreneurial capacity. Second, through the development of modules that facilitate village human resources development in managing village resources.

Keywords: Apparature Resources, Capacity, Village

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agus, C., Agus, A., Suhartanto, B. (2015). Pengembangan Sistem Pertanian Siklus-Bio Terpadu untuk Peningkatan Produktivitas Ternak Sapi pada Kelompok Ternak Desa Margoagung, Sayegan, Sleman, Yogyakarta, Indonesian Journal of Community Engagement 1(1), 96-108

Ahmed, A., Hanson, K.T. (2011). Leadership, capacity building and sustainable development in contemporary Africa, World Journal of Entrepreneurship, Management and Sustainable Developmen 7 (2/3/4), 101 – 111

Ardani, N.G. (2015). Pengembangan Kompetensi Sumberdaya Aparatur Desa Melalui Strategi Capacity Building: Studi di Kantor Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jurnal Administrasi Publik (JAP) 3(2)

Arsjad, M.F. (2018). Peranan Aparat Desa dalam Pelaksanaan Administrasi Pemerintahan Desa di Desa Karyamukti Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Journal of Public Administration Studies 1(1), 16-32

Asrori (2014) Kapasitas Perangkat Desa dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Kabupaten Kudus, Jurnal Bina Praja 6(2), 101 – 116

Bappenas. (2016). Kajian Penyusunan Instrumen Evaluasi Pembangunan Perdesaan (Lingkup Desa) Tahun 2016, Kementrian PPM/Bappenas; Direktorat Daerah Tertinggal, Transmigrasi Dan Perdesaan 2016.

Boley, B. & McGehee, N. (2014). Measuring empowerment: Developing and validating the Resident Empowerment through Tourism Scale (RETS). Tourism Management 45: 85–94.

BPS Kalimantan Timur (2014) Statistik Indeks Pembangunan Desa (IPD) Kalimantan Timur Tahun 2014

BPS Kalimantan Timur (2014). Statistik Potensi Desa Kalimantan Timur Tahun 2014

BPS Kalimantan Timur (2018). Statistik Indeks Pembangunan Desa (IPD) Kalimantan Timur Tahun 2018 BPS Kalimantan Timur (2018). Statistik Potensi Desa Kalimantan Timur Tahun 2018

BPS Prov. Kaltim.(2015). Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Kalimantan Timur. BRS No. 14/02/64/Th.XVIII, 16 Februari 2015.

Davies, A., (2009). Understanding Local Leadership in Building the Capacity of Rural Communities in Australia, Geographical Research 47(4), 380–389

Denhardt, J.V. dan Denhardt, R.V. (2004). The New Public Service: Serving, not Steering. M.E. Sharpe. New York.

Eka, S., & Ismiyati, I. (2015). Pengaruh Kepemimpinan, Fasilitas Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Perangkat Desa di Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara. Economic Education Analysis Journal, 4(2)

Guinjoan, E., Badia, A., Tulla, A.F. (2016). The New Paradigm of Rural Development: Theoretical Considerations And Reconceptualization Using The ‘Rural Web’, Boletín de la Asociación de Geógrafos Españoles 71, 495-500

Hendri, S., Ardania, N.O.C.A., Rakhmawati, I., Atikah, S. (2016). Pengaruh Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana Terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan Desa di Kabupaten Lombok Tengah, Conference on Management and Behavioral Studies Universitas Tarumanagara, Jakarta, 27 Oktober 2016

Herdiana, D. (2019). Pengembangan Konsep Smart Village bagi Desa-Desa di Indonesia, IPTEK-KOM 21(1), 1 – 16

Horner, R. (2019). Towards a new paradigm of global development? Beyond the limits of international development, Progress in Human Geography 1–22

Krakowiak-Bal, A., Ziemianczyk, U., Wozniak,A. (2017). Building entrepreneurial capacity in rural areas: The use of AHP analysis for infrastructure evaluation, International Journal of Entrepreneurial Behavior & Research, https://doi.org/10.1108/IJEBR-07-2017-0223

OECD (2016). A New Rural Development Paradigm for the 21st Century: A Toolkit For Developing Countries. Development Centre Studies, OECD Publishing, Paris. http://dx.doi.org/10.1787/9789264252271-en

Pujiyatno, A. & Miftahuddin, M.A. (2017). Pengembangan Pertanian Terpadu di Desa Tidu Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga, Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat 1(1), 38-50

Pusut, R., Kimbal, M., Mamentu, M. (2017). Pembangunan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Pasir Putih Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso, Eksekutif: Jurnal Jurusan Ilmu Pemerintahan 2(2), 1-8

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2014 Nomor7. Jakarta

Romli, O. & Nurlia, E. (2017). Lemahnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dalam Melaksanakan Fungsi Pemerintahan Desa: Studi Desa Tegalwangi Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan 3(1), 36-54

Sidik, F. (2015). Menggali Potensi Lokal Mewujudkan Kemandirian Desa, Jurnal Kebijakan & Administrasi Publik 19(2), 115 -131

Steiner, A.A., & Farmer, J. (2017). Engage, participate, empower: Modelling power transfer in disadvantaged rural communities, Environment and Planning C: Politics and Space 0(0) 1–21

Sulismadi, Wahyudi, Muslimin (2017). Model Penguatan Kapasitas Pemerintah Desa, Aristo: Sosial Politik Humaniora 5(1), 216-258

Suranto (2018). Evaluasi Program Desa Mandiri Informasi Berbasis Aplikasi Android Sistem Informasi Desa (SIFORDES), INFORMASI: Kajian Ilmu Komunikasi 48(1), 48, 1-13

Taufiq, Susilo, B., Hawa, L.C. (2016). Sistem Pengembangan “Desa Mandiri Energi “ (DME) di Desa Sumber Bendo, Saradan, Kabupaten Madiun, Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem 4(2), 128-135

Taufiq,A. & Purwoko (2013). Identifikasi Desa Mandiri Energi, Jurnal Ilmu Sosial 12(1), 1-13

Vincent, C. & Stephen, C. (2015). Local Government Capacity Building and Development: Lessons, Challenges and Opportunities. Journal of Political Sciences & Public Affairs 3, 149

Wiguna,M.D.P.D., Yuniarta, G., A., Prayudi, M.A. (2017). Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Pelatihan, Serta Peran Pendamping Desa terhadap Efektivitas Penggunaan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes): Studi Pada Desa Penerima Dana Desa Di Kabupaten Buleleng, e-Journal Universitas Pendidikan Ganesha 8(2), 1-10




DOI: https://doi.org/10.36087/jrp.v2i1.46

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Indexing :

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.