PENGARUH TINGKAT KESEHATAN, PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) PER KAPITA, KETIMPANGAN PENDAPATAN, DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP INDEKS KEBAHAGIAAN DI INDONESIA

Penulis

  • Hendrawan Hendrawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Yanto Yanto Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.36087/jrp.v6i1.149

Kata Kunci:

Ekonomi

Abstrak

Ukuran kesejahteraan tidak hanya diukur berdasarkan subtansi namun juga diukur berdasarkan keadaan subjektif atau kebahagiaan. Kebahagiaan diartikan sebagai bagian dari kesejahteraan manusia serta kebahagiaan menambah kemampuan manusia untuk lebih bermanfaat yang berarti kebahagiaan dapat meningkat dengan sendirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kesehatan, produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita, ketimpangan pendapatan, dan tingkat pengangguran terhadap indeks kebahagiaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapatkan dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 dan 2021. Berupa data panel terdiri atas data cross section dan time series dari 34 Provinsi di Indonesia tahun 2017 dan 2021. Metode penelitian ini menggunakan regresi linier berganda diolah dengan alat statistik yaitu software Eviews 10. Adapun model yang paling tepat digunakan adalah Random Effect Model (REM). Dari hasil penelitian secara parsial bahwa tingkat kesehatan memiliki pengaruh signifikan dan negatif. Sedangkan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita memiliki pengaruh positif dan tidak singnifikan serta ketimpangan pengangguran dan tingkat pengangguran memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap indeks kebahagiaan di Indonesia. Secara simultan tingkat kesehatan, produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita, ketimpangan pendapatan, dan tingkat pengangguran berpengaruh signifikan terhadap indeks kebahagiaan di Indonesia dengan probabilitas sebesar 0,0173 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05.

Referensi

Abounoori, E., & Asgarizadeh, D. (2013). Macroeconomic Factors Affecting Happines. International Journal of Business and Development Studies, 5, No.1, 5–22.

AL, A. (2017). Analisis Indeks Kebahagiaan di Indonesia. Equator Journal of Management and Entrepreneurship (EJME), 1–14.

Badan Pusat Statistik. (2017). Indeks Kebahagiaan 2017. In Indeks Kebahagiaan 2017 Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/publication/2017/12/05/1f99cefd596c449b93405fcd/indeks-kebahagiaan-2017.html

Badan Pusat Statistik. (2021a). Indeks Kebahagiaan 2021. https://www.bps.go.id/publication/2021/12/27/ba1b0f03770569b5ac3ef58e/indeks-kebahagiaan-2021.html

Badan Pusat Statistik. (2021b). Profil Statistik Kesehatan 2021. Profil Statistik Kesehatan 2021, 148. https://www.bps.go.id/publication/2021/12/22/0f207323902633342a1f6b01/profil-statistik-kesehatan-2021.html

Blom, N. (2021). Temporal Dimensions of Unemployment and Relationship Happiness in the United Kingdom. 37(2), 253–270. https://doi.org/10.1093/esr/jcaa044

Di Paolo, A., & Ferrer-i-Carbonell, A. (2022). Regional borders, local unemployment, and life satisfaction. Journal of Regional Science, 62(2), 412–442. https://doi.org/10.1111/jors.12573

Fadhil, H. (2021). Banten Daerah Paling Tak Bahagia Tahun 2021, Begini Indikatornya. 6. https://news.detik.com/berita/d-5878500/banten-daerah-paling-tak-bahagia-tahun-2021-begini-indikatornya

Febriantikaningrum, et al. (2020). Analisis Pengaruh Ekonomi, Ketimpanagan Pendapatan, dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Indeks Kebahagiaan di Indonesia Tahun 2014 dan 2017. 1–16.

Gerstenblüth, M., & Rossi, M. (2013). Are healthier people happier? Evidence from Chile and Uruguay. Development in Practice, 23(2), 205–216. https://doi.org/10.1080/09614524.2013.772024

Gujarati, D. (2012). Econometrics. Palgrave Macmillan.

Unduhan

Diterbitkan

2023-12-21

Terbitan

Bagian

ARTIKEL