PENGELOLAAN HUTAN PRODUKTIF UNTUK AKTIVITAS WISATA TUMPAK LEGO

Authors

  • Antin Nurvidi Astuti Universitas Muhammadiyah Ponorogo
  • Yusuf Adam Hilman Universitas Muhammadiyah Ponorogo

DOI:

https://doi.org/10.36087/jrp.v8i1.298

Keywords:

Good Governance, Hutan Produktif, Tumpak Lego

Abstract

Tumpak Lego merupakan kawasan hutan produksi yang di jadikan destinasi wisata, letaknya berada di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tumpak Lego menawarkan lanskap yang indah, keanekaragaman hayati, serta kondisi ekosistem yang masih terjaga, akan tetapi, pemanfaatan hutan ini untuk wisata masih menghadapi berbagai tantangan, seperti: kurangnya infrastruktur pendukung, minimnya regulasi, serta keterbatasan promosi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tata kelola Tumpak Lego, faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pengembangan wisata berbasis hutan produktif, serta menganalisis hubungan atau relasi antar aktor dalam pengelolaan Tumpak Lego. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, informan ditentutkan dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis dalam penelitian ini menjelaskan bahwa pengelolaan Tumpak Lego sebagai destinasi wisata menunjukkan upaya adaptif dalam memanfaatkan potensi alam dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan. Faktor pendukungnya, antara lain: keindahan alam hutan pinus yang asri, integrasi kuliner lokal dan serta partisipasi aktif masyarakat yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Faktor penghambat adalah anggaran, di mana biaya pengembangan cenderung melampaui estimasi dana yang dibutuhkan, Hubungan antara Perhutani, investor, dan lembaga masyarakat desa hutan diatur dalam perjanjian kerjasama, menciptakan akuntabilitas dalam pembagian peran.

Author Biographies

  • Antin Nurvidi Astuti, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
    Ilmu Pemerintahan
  • Yusuf Adam Hilman, Universitas Muhammadiyah Ponorogo
    Sosiologi Pemerintahan

References

Akhyar, A., & Syarif, S. (2024). Tantangan dan Peluang Inovasi Kebijakan di Sektor Pariwisata Kabupaten Bima: Perspektif Good Public Policy Governance. Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(6), 832-843

Atmaja, H. E., & Ratnawati, S. (2020). Pengembangan pariwisata melalui integrasi perencanaan sumber Daya Manusia dengan Perencanaan Strategis objek Wisata Taman Bunga manohara. Jurnal Jendela Inovasi Daerah, 3(1), 49-69.

Ardiansyah, F. W., Purnaweni, H., & Priyadi, B. P. (2023). Analisis Collaborative Governance Dalam Pengembangan Pariwisata Pantai Dewa Ruci Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Journal of Public Policy and Management Review, 12(3), 741-756.

Arida, I. N. S. (2017). Ekowisata: Pengembangan, Partisipasi Lokal, dan Tantangan EKowisata. Cakra Press bekerjasama dengan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana.

Arrahmah, N., & Wicaksono, F. (2022). Dinamika partisipasi masyarakat dalam tata kelola ekowisata hutan mangrove Wana Tirta di Kabupaten Kulon Progo. Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation, 5(1), 13-24.

Aulia, F., Bekti, H., & Susanti, E. (2021). Kolaborasi Pembangunan Kepariwisataan Di Desa Wisata Kubu Gadang. JANE-Jurnal Administrasi Negara, 13(1), 108-114.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using Thematic Analysis in Psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Cahyowati, R. R., Asma, G., & Wibowo, G. D. H. (2023). Efektivitas Kebijakan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Di Desa Pulau Maringkik-Kabupaten Lombok Timur-Provinsi NTB. Jurnal Kompilasi Hukum, 8(2).

Creswell, J. W. (2017). Research design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Sage Publications.

Damanik, J., & Weber, H. F. (2006). Perencanaan Ekowisata: dari Teori ke Aplikasi. Andi.

Fandeli, C., & Mukhlison. (2000). Pengelolaan Ekowisata. Fakultas Kehutanan UGM.

Hubbansyah, A. K., Baharuddin, G., & Munira, M. (2023). Strategi Pengembangan Pariwisata Kota Cilegon: Peluang & Tantangan. JRB-Jurnal Riset Bisnis, 6(2), 213-225.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Laporan pengelolaan hutan produksi berkelanjutan di Indonesia. KLHK.

Nudwi. (2011). Ekowisata sebagai Upaya Pembangunan Ekonomi. http://nudwi.wordpress.com/2011/06/29/ekowisata-sebagai%0Aupaya-pembangunan-ekonomi/

Nuralam, N. N., Walangitan, H. D., & Langi, M. A. (2015). Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Taman Wisata Alam Batuputih dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Masyarakat. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 3(3).

Patton, M. Q. (2002). Qualitative research and evaluation methods (3rd ed.). Sage Publications.

Prayitno, H., Rahmawati, A., & Setiawan, B. (2020). Tata Kelola Ekowisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Pengelolaan Hutan Tropika, 26(3), 211–225.

Sitorus, N. I. B. (2020). Peran dan kolaborasi stakeholder pariwisata dalam mendukung peningkatan kunjungan wisata di Kawasan Danau Toba. Jurnal Hospitality Dan Pariwisata, 6(2).

Selvia, S. I., & Danasari, I. F. (2023). Strategi Pengembangan Desa Wisata Melalui Photomapping Daya Tarik Wisata dan Analisis SWOT di Desa Tetebatu. AGROTEKSOS, 33(1), 117-128.

Seputro, H. Y., & Mustafida, E. F. (2023). Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Wisata: Peran Partisipasi Masyarakat, Kompetensi Pengelola Wisata, dan Transparansi. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 15(2), 57-68.

Udayani, N. P. D., Dewi, N. D. U., & Widnyani, I. A. S. (2024). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata Timpag. UNES Law Review, 6(4), 11833-11838.

United Nations World Tourism Organization. (2023). World tourism highlights. UNWTO.

Widodo, A. A., & Lestari, H. (2016). Strategi Pengembangan Pariwisata Kabupaten Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 5(2), 543-559.

Yani, A. (2021). Tata Kelola Desa Wisata di Desa Nangamiro Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Jurnal PenKoMi: Kajian Pendidikan dan Ekonomi, 4(2), 115-124.

Published

2025-12-21

Issue

Section

Articles